Showing posts with label Dosa Besar. Show all posts
Showing posts with label Dosa Besar. Show all posts

RIYA' Dalam Beribadah

Posted by Admin | 8:23 AM

 Diantara syarat diterima ibadah adalah bersih dari RIYA' dan sesuai dengan sunnah. Orang yang melakukan ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain maka dia telah terjerumus pada perbuatan syirik kecil, dan amalnya menjadi sia-sia belaka. Misalnya shalat agar dilihat oleh orang lain. Alloh berfirman:
"Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun" Surat An Nisaa: 142

Demikian juga jika ia melakukan suatu amalan dengan tujuan agar diberitakan dan didengar oleh orang lain. Ia termasuk syirik kecil. Rasulullah Shalallahu'alaihiwassalam memberi peringatan kepada mereka dalam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma:
"Barangsiapa yang melakukan perbuatan sum'ah, niscaya Allah akan menyebarkan aibnya dan barang siapa melakukan perbuatan Riya' niscaya Allah akan menyebarkan aibnya"(HR Muslim4/2289)
Barang siapa melakukan suatu ibadah tetapi ia melakukannya karena mengharap pujian manusia di samping ridha Allah maka amalnya menjadi sia-sia seperti disebutkan dalam Hadits Qudsi:
"Aku adalah sekutu yang maha cukup, sangat menolak perbuatan syirik. Barang siapa melakukan suatu amal dengan dicampur dengan perbuatan syirik kepadaKu, niscaya aku tinggalkan dia dan (tidak Aku terima) amal syiriknya" (HR Muslim 2985)

Barang siapa melakukan amal shaleh, tiba-tiba terdetik dalam hatinya perasaan RIYA', tetapi ia membenci perasaan tersebut berusahalah melawan dan menyingkirkannya, maka amalannya tetap tetap sah. Berbeda halnya jika dia hanya diam dengan timbulnya perasaan riya' tersebut, tidak berusaha menyingkirkan bahkan malah menikmatinya, maka menurut sebagian besar ulama, amal yang dilakukannya menjadi batal dan sia-sia.



Sumber: Dosa Dosa Yang Adianggap biasa by Muhammad Salih Al-Munajid

Read More..

Perdukunan Dan Sihir

Posted by Admin | 2:46 AM

Dukun artinya orang yang mengaku bisa mengetahui hal-hal yang ghaib, seperti mengatahui tempat barang yang hilang atau dicuri dengan cara ghaib, bisa meramal nasib seseorang, mengetahui kejadian yang akan terjadi, dan hal-hal lain yang sering dipopulerkan. Tukang sihir artinya orang yang melakukan perbuatan sihir, seperti memisahkan pasangan suami isteri, membuat seseorang sakit atau mati, membuat seseorang yang jatuh cinta kepada lawan jenis, mengobati orang yang terkena sihir atau teluh dengan cara mistik, mempertunjukkan keluarbiasaan dengan cara mistik dan lain sebagainya.

Termasuk kategori sihir adalah santet, pelet, ilmu kekebalan tubuh, gendam, terawangan, susuk dan lain sebagainya. Termasuk dalam kategori perdukunan adalah khadam ghaib, mencari wangsit, ramalan bintang, ramalan garis tangan, pengobatan dengan cara-cara yang aneh, seperti menulis mantera di telur, memindahkan penyakit dari manusia ke hewan, pengobatan jarak jauh, memberi jimat jimat, membaca jampi-jampi yang bukan dari ayat-ayat Al-Qur'an, atau dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang dicampuri jampi-jampi asing. Dewasa ini mereka biasa disebut sebagai orang pintar, para normal, supranatural, ahli hikmah dan lain sebagainya.
Para dukun dan tukang sihir adalah termasuk orang-orang kafir karena "mereka mengaku mengetahui perkara-perkara ghaib"
Dukun dan tukang sihir tidak dapat melakukan prakteknya kecuali dengan bantuan jin atau setan, mereka akan dibantu oleh jin setelah mereka mempersembahkan suatu bentuk peribadatan atau melakukan suatu kekufuran, seperti membaca mantera-mantera kufur, menyembelih hewan persembahan, meletakkan al-Qur'an di tempat yang najis dan sebagainya.

Bahaya Perdukunan

1. Hukumnya haram dan termasuk dosa besar.
2. Jika mendatangi lalu menanyakannya tanpa mempercayai, ditolak sholatnya selama 40 hari.
3. Jika mempercayai perkataan dukun tersebut, maka ia telah kafir.
4. Rosululloh Shollallohu 'alaihi wassalam berlepas diri darinya. Dalam Hadits"Bukan dari golongan kami, orang yang menentukan nasib sial dan untung berdasarkan tanda-tanda (benda) burung atau lainnya (yang bertanya dan yang menyampaikannya), atau bertanya kepada dukun dan yang mendukuninya, atau yang menyihir dan yang meminta sihir untuknya" (HR. al-Bazzar, dengan sanad jayyid atau baik)

Jangan tertipu!
Meskipun mereka mengaku ilmunya diambil dari al-Qur'an atau diwarisi dari para wali, atau "Ini semua hanya sebagai syari'at sedangkan yang menentukan hasilnya adalah Alloh semata" Jangan terkecoh dengan istilah pengobatan dengan tenaga dalam murni, tabib, pengobatan alternatif dan lain sebagainya, karena pengobatan yang dibenarkan oleh Islam hanya dua macam.
1. Pengobatan medis (kedokteran) dengan menggunakan bahan-bahan yang mengandung khasiat obat atau penanganan fisik seperti bekam, pijat dan lain sebagainya.
2. Rukyah yang disyariatkan, yaitu menjampi dengan al-Qur'an, atau doa doa yang tidak mengandung kesyirikan dan dengan bahasa arab.

Wahai saudaraku, kaum muslimin dan muslimat.
Jauhilah dukun dan perdukunan serta sihir dan tukang sihir, semua bisa mengantarkan kita kepada pintu neraka dan kekal di dalamnya. Bertaubatlah kepad Alloh Subhanahu Wata'ala, mintalah hanya kepadaNya, dan berusahalah dengan cara yang halal. Ingat hanya Alloh-lah penolong Anda dan atas izinNya, keinginan Anda bisa tercapai.


dikutip dari buku Dosa-dosa besar LBKI

Read More..